Mimisan Pada Anak

Mimisan merupakan saat terjadinya keluar darah dari hidung. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari sebab sederhana seperti kebiasaan mengupil, kelembaban yang rendah sampai adanya benturan atau trauma tertentu. Peristiwa ini sering terjadi pada anak-anak, tidak berbahaya dan dapat berhenti dengan sendirinya. Namun dalam kasus tertentu, mimisan yang terlalu sering atau terus menerus terjadi bsa menimbulkan bahaya dan haris segera ditangani dengan benar. Bila perlu dirujuk ke pelayanan kesehatan terdekat.

Penyebab lain dari terjadinya mimisan pada anak adalah karena adanya trauma atau benturan. Dapat berhenti dengan sendirinya tetapi sebaiknbya dilakukan pertolongan pertama. Bisa juga terjadi ketika Dengue Shock Syndrome pada kejadian demam berdarah, dimana terjadi pendarahan yang salah satunya lewat lubang hidung. Juga dapat terjadi pada peristiwa keracunan karne bahan-bahan kimia tertentu.
Prinsip penanganan mimisan ada tida yaitu menghentikan pendarahan, mencegah kompliksi dan mencegah terulangnya mimisan.

Untuk pendarahan yang ringan, menghentikan pendarahan dapat dilakukan dengan menekan kedua cuping hidung ke tengah selama beberapa menit. Untuk pendarahan yang hebat yang penhentian pendarahan dengan menekan cuping hidung gagal, maka pasien segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.  Mimisan dapat diegah dengan cara menghindari benturan atau kebiasan mengorek-ngorek hidung. Selain itu hindari menghirup asam sulfat, bensin,amonia secara terus menerus.

Cara Mencegah Mimisan

Mimisan merupakan saat terjadinya keluar darah dari hidung. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari sebab sederhana seperti kebiasaan mengupil, kelembapan yang rendah sampai adanya benturan atau trauma tertentu.

Peristiwa ini sering terjadi pada anak-anak, tidak berbahaya dan dapat berhenti dengan sendirinya. Namun dalam kasus-kasus tertentu, mimisan yang terlalu sering atau terus-menerus terjadi bisa menimbulkan bahaya dan harus segera ditangani dengan benar. Bila perlu dirujuk ke pelayanan kesehatan terdekat.

Cara Mencegah Mimisan

Lakukan gerakan peregangan secara teratur setiap hari agar semua otot, persendian, dan semua pembuluh darah elastis serta kendur sehingga pembuluh darah tidak mengecil dan tidak mudah pecah.

Pertolongan untuk penderita mimisan, antara lain :

- Penderita tidak boleh tiduran

- Penderita hendaknya duduk, tetapi dengan sandaran kursi yang tinggi

- Oleskan es batu pada leher samping kanan jika darah keluar dari hidung sebelah kanan dan demikian sebaliknya. Atau dua-duanya jika kedua lubang hidung mengeluarkan darah.

Perlu diperhatikan, jika tidak ada es batu untuk dioleskan di leher, gunakan saja air dingin. Secara keseluruhan semua penderita mimisan tidak boleh minum es.

Alasan tidak boleh minum es adalah :

Semua benda yang terkena pengaruh dingin akan menyusut, termasuk pembuluh darah.

Pembuluh darah yang menyusut atau mengecil akan mempertinggi tekanan darah, dan akan menimbulkan pecahnya pembuluh kapiler.

Anjuran adalah penderita yang sering mengalami mimisan dengan gejala hidung mampet setidak-tidaknya minum kopi sehari sekali. Kopi (kafein) akan membuat darah encer sehingga darah akan mampu menembus pembuluh-pembuluh kapiler yang sempit sekalipun, termasuk pembuluh darah di hidung sehingga hidung tidak mampet.

Tidak dianjurkan menggunakan daun sirih yang disumpalkan ke lubang hidung walau sudah turun-temurun dilakukan karena cara ini kurang efektif. Selain itu, sekarang ini sulit untuk mendapatkan daun sirih segar.

Gejala-Gejala Mimisan

Mimisan adalah perdarahan yang terjadi di hidung. Jika tidak disebabkan oleh penyakit lain, mimisan yang istilah kedokterannya disebut epistaksis, adalah karena adanya kelainan pembuluh darah di hidung. Biasanya, mimisan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di daerah hidung bagian tengah, yang disebut dengan pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis. Akibat pecahnya pembuluh darah sinus, keluarlah darah dari lubang hidung. Darah bisa keluar dari lubang hidung sebelah kanan ataupun dari sebelah kiri, atau bisa juga lubang hidung kanan dan kiri.

Pecahnya pembuluh darah bisa saja diakibatkan oleh :

a. Benturan atau pukulan yang relatif keras sehingga pembuluh darah pecah

b. Ada infeksi dalam rongga hidung

c. Suhu badan yang tinggi karena demam

d. Suhu udara yang dingin sehingga mengakibatkan pembuluh darah balik pada sinus menggelembung dan pecah, sehingga di waktu pagi dan di daerah beriklim dingin.

Warna darah dapat pula mengindikasikan pembuluh darah apa yang pecah. Misalnya, jika darah yang keluar berwarna merah muda, berarti yang pecah adalah pembuluh darah nadi. Perdarahan biasanya sulit berhenti. Apabila warna darahnya merah tua, itu berarti yang pecah adalah pembuluh darah balik. Darah yang keluar biasanya cepat mudah berhenti.

Mimisan perlu mendapat perhatian yang sangat besar karena :

- Darah bisa keluar dengan jumlah yang sangat banyak dan terkesan tidak sakit

- Mimisan akan sangat mungkin terjadi lagi berulang kali karena pembuluh darah yang pecah mungkin pecah lagi

- Mimisan menyebabkan tubuh kita melemah dan sangat mungkin tubuh akan kehilangan daya tahan

- Mimisan dapat membuat beragam penyakit menyerang organ tubuh tanpa ada pertahanan

- Mimisan yang terlalu sering terjadi bisa mengakibatkan kekurangan darah, pusing tidak kunjung sembuh, bodoh, mudah terserang penyakit, dan sebagainya.

Mimisan biasanya didahului oleh gejala-gejala seperti berikut ini :

- Jantung berdenyut cepat dan kuat

- Hidung mampet

- Kepala pusing, dan sebagainya

Mimisan Pada Balita

Mimisan istilah medisnya adalah epistaksis, artinya pendarahan dari hidung. Di hidung terdapat banyak pembuluh darah halus, terutama di daerah cuping. Pembuluh darah itu dapat pecah jika terdapat faktor-faktor pencetusnya. Pecahnya pembuluh darah balik, baik depan maupun belakang, mengakibatkan keluarnya darah dari hidung. Saat itulah terjadi mimisan.

Penyebab Mimisan

Anak-anak rentan terhadap mimisan karena selaput lendir dan pembuluh darahnya masih sangat sensitif. Terdapat 2 faktor penyebab mimisan, yaitu :

1. Faktor organik

Ditandai oleh kelainan organ bawaan sejak usia dini. Bisa berupa kelemahan pada organ hidungnya atau pembuluh darah hidungnya. Misalnya, pembuluh darah hidungnya terlalu lebar, terlalu tipis, atau rapuh. Dengan begitu, ketika aktivitas anak terlalu berlebih, kena iritasi atau mengalami stres, akhirnya mengalami mimisan.

2. Faktor Gangguan Medik

Terjadi karena adanya gangguan pembekuan darah. Sel darah merah atau trombosit akan segera bereaksi menutup luka ketika tubuh mengalami luka. Setelah luka berhasil ditutup maka trombosit secara otomatis terlibat dalam pembekuan darah. Mimisan karena faktor medik ini disebabkan pembuluh darah dan trombosit gagal berfungsi menutup luka. Berarti, gagal dalam pemeliharaan pembekuan darah.

Secara umum, mimisan dapat dipicu oleh :

a. Suhu udara yang ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin. Bisa juga terjadi karena perubahan cuaca yang sangat drastis

b. Kebiasaan anak yang sering mengorek-ngorek lubang hidung

c. Hidung yang terbentur benda keras atau terjatuh

d. Masuknya benda-benda kecil ke dalam hidung yang membuat hidung mengalami pendarahan

e. Terlalu lelah bermain

f. Terlalu kencang saat membuang ingus atau menghembuskan udara

g. Anak dengan riwayat alergi. Misalnya, anak yang sering pilek (flu) atau bersin-bersin juga lebih sering mengalami mimisan

Cara Pengobatan Mimisan

1. Dudukkan anak dengan kepala condong ke depan. Hal ini menghindari tersedak atau muntah darah akibat darah berbalik arah ke kerongkongan. Dengan duduk, aliran darah akan melambat.

2. Tekan pangkal hidungnya dengan ibu jari dan telunjuk. Sebaiknya, gunakan kain atau tisu bersih saat menekan sehingga darah tidak berceceran kemana-mana. Lakukan selama 1-2 menit. Tenteramkan ia jika merasa tidak nyaman. Atau jika ia sudah mengerti, ajari bernapas melalui mulut.

3. Jika darah belum berhenti, coba kompres hidungnya dengan es yang dibungkus sapu tangan. Es dapat mengecilkan pembuluh darahnya

4. Jika darah belum berhenti juga, segeralah ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Setelah pendarahan dapat dihentikan, cegah anak mengorek-ngorek hidung. Biasanya dengan bertambahnya usia, mimisan jadi berkurang. Sebab, pembuluh darah dan selaput lendir hidungnya semakin menguat.